Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Mengapa mahasiswa perlu memahami seluk beluk karya ilmiah?


Beberapa tahun terakhir, karya ilmiah menjadi salah satu persyaratan keterampilan mahasiswa yang harus dikuasai sebelum menamatkan studinya di perguruan tinggi. Berdasarkan fenomena tersebut, jelaskan mengapa mahasiswa perlu memahami seluk beluk karya ilmiah?

Jawaban:

Karya ilmiah merupakan salah satu persyaratan penting yang harus dikuasai oleh mahasiswa sebelum menyelesaikan studinya. Hal ini dikarenakan karya ilmiah merupakan salah satu bentuk dari hasil pembelajaran dan pengembangan pengetahuan yang dapat memberikan manfaat bagi ilmu pengetahuan dan masyarakat. Selain itu, kemampuan membuat karya ilmiah juga dapat membantu mahasiswa dalam mengeksplorasi ide, menganalisis informasi secara kritis, serta mengembangkan kemampuan akademik dan profesional.

Mahasiswa perlu memahami seluk beluk karya ilmiah karena hal tersebut dapat membantu mereka mengembangkan kemampuan berpikir kritis, keterampilan komunikasi, serta kemampuan untuk mencari, menilai, dan mengelola informasi yang berbasis bukti. Hal ini sejalan dengan yang disampaikan Creswell (2014) menekankan bahwa kemampuan untuk melakukan penelitian dan menulis karya ilmiah yang baik merupakan keterampilan yang sangat penting bagi mahasiswa dalam menghadapi dunia kerja yang semakin kompetitif.

Menurut Moleong (2010), karya ilmiah adalah suatu bentuk tulisan ilmiah yang memiliki ciri-ciri tertentu, seperti objektivitas, rasionalitas, dan keilmuan yang berkaitan dengan sains atau pengetahuan yang bersifat analitis, sistematis, dan kritis. Dalam konteks pendidikan tinggi, mahasiswa perlu memahami seluk beluk karya ilmiah karena karya ilmiah menjadi salah satu cara untuk mengukur keberhasilan mahasiswa dalam menyelesaikan program studinya. Hal ini sejalan dengan pendapat Darusman (2018) yang menyatakan bahwa kemampuan untuk membuat karya ilmiah yang baik adalah salah satu keterampilan yang harus dikuasai oleh mahasiswa agar dapat menyelesaikan program studi mereka. Selain itu, kemampuan membuat karya ilmiah juga dapat membantu mahasiswa dalam mengembangkan kemampuan akademik seperti kemampuan membaca, menulis, dan berpikir kritis.

Menurut Suharsimi Arikunto (2010), kemampuan menulis karya ilmiah dapat menjadi tolak ukur keberhasilan mahasiswa dalam menyelesaikan studinya, karena karya ilmiah merupakan hasil dari pembelajaran yang dilakukan selama masa studi. Selain itu, karya ilmiah juga merupakan alat untuk mengembangkan kemampuan akademik dan profesional, seperti kemampuan analisis, sintesis, dan evaluasi.

Di sisi lain, menurut Sudjana (2005), kemampuan membuat karya ilmiah juga dapat membantu mahasiswa dalam mengembangkan kemampuan berpikir kritis dan kreatif, serta mengasah kemampuan untuk mengorganisasi informasi dan presentasi ide. Oleh karena itu, mahasiswa perlu memahami seluk beluk karya ilmiah agar mampu menghasilkan karya ilmiah yang berkualitas dan bermanfaat bagi ilmu pengetahuan dan masyarakat.

Dapat kita simpulkan bahwa karya ilmiah menjadi salah satu persyaratan penting yang harus dikuasai oleh mahasiswa sebelum menyelesaikan studinya. Kemampuan membuat karya ilmiah dapat membantu mahasiswa dalam mengembangkan kemampuan akademik dan profesional, serta memberikan manfaat bagi ilmu pengetahuan dan masyarakat. Oleh karena itu, mahasiswa perlu memahami seluk beluk karya ilmiah agar dapat menghasilkan karya ilmiah yang berkualitas dan bermanfaat.

Referensi:

Arikunto, S. (2010). Dasar-dasar evaluasi pendidikan (Edisi Revisi). Jakarta: Bumi Aksara.

Creswell, J. W. (2014). Research design: Qualitative, quantitative, and mixed methods approaches. Sage publications.

Darusman, D. (2018). Developing Scientific Writing Ability through Scientific Writing Course. Journal of Language Teaching and Research, 9(3), 524-530

Moleong, L. J. (2010). Metodologi penelitian kualitatif (Edisi Revisi). Bandung: PT Remaja Rosdakarya.

Sudjana, N. (2005). Penilaian hasil proses belajar mengajar. Bandung: PT Remaja Rosdak