Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Media Pembelajaran Inovatif


Media pembelajaran merujuk pada segala sesuatu yang digunakan untuk menyampaikan informasi pembelajaran kepada peserta didik, dengan tujuan merangsang pikiran, perasaan, perhatian, dan kemauan belajar. Beberapa definisi dari berbagai sumber menyebutkan:

Menurut Arsyad (2015), media pembelajaran adalah segala sesuatu yang digunakan untuk menyampaikan informasi dalam proses belajar mengajar sehingga dapat merangsang perhatian dan minat siswa dalam belajar.

Karim (2014) menyatakan bahwa media pembelajaran adalah suatu perantara yang menghubungkan penyampai pesan dengan penerima pesan, dengan pesan berupa materi pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan.

Munadi (2012) menyatakan bahwa media adalah segala sesuatu yang dapat menyampaikan dan menyalurkan pesan dari sumber secara terencana, menciptakan lingkungan belajar yang kondusif, di mana peserta didik dapat melakukan proses belajar secara efisien dan efektif.

Media pembelajaran memiliki peran penting dalam proses pengajaran dengan beberapa fungsi, antara lain:

1. Memperjelas penyajian pesan pembelajaran agar tidak terlalu bersifat verbal.

2. Mengatasi keterbatasan ruang, waktu, dan daya indra.

3. Menggunakan media secara tepat dan bervariasi dapat mengatasi sikap pasif peserta didik.

4. Merubah pengalaman manusia dari abstrak menjadi konkret.

5. Memberikan stimulus dan rangsangan kepada peserta didik untuk belajar secara aktif.

6. Meningkatkan motivasi belajar peserta didik sehingga dapat meningkatkan prestasi belajar.

Media pembelajaran dapat dikelompokkan menjadi empat jenis utama:

  • Media Visual: menggunakan indera penglihatan peserta didik, contohnya buku, modul, poster, dan peta.
  • Media Audio: melibatkan indera pendengaran peserta didik, seperti bahasa lisan, musik, dan bunyi-bunyian.
  • Media Audio-Visual: melibatkan penglihatan dan pendengaran, seperti film, program TV, dan video.
  • Multimedia: kombinasi dari audio, visual, dan elemen-elemen lainnya.

Fungsi media pembelajaran melibatkan tujuan instruksi, relevansi, efisiensi, kemampuan digunakan, kontekstualitas, dan perhatian terhadap taraf berfikir siswa.

Dalam memilih media pembelajaran, beberapa prinsip yang harus dipertimbangkan meliputi efektivitas, relevansi, efisiensi, kemampuan digunakan, dan kontekstualitas.

Dalam pemilihan media pembelajaran, kriteria yang perlu diperhatikan antara lain kejelasan, kebersihan, kecocokan dengan sasaran, relevansi dengan topik pembelajaran, sesuai dengan tujuan pembelajaran, praktis, luwes, berkualitas baik, dan sesuai dengan lingkungan belajar.

Permainan edukatif juga dapat menjadi media pembelajaran yang efektif, meningkatkan kreativitas, konsentrasi, interaksi sosial, serta memberikan manfaat bagi perkembangan siswa, baik secara kognitif, sosial, emosi, fisik, maupun spiritual. Permainan edukatif menciptakan suasana belajar yang menyenangkan dan interaktif.

Referensi:

  • Arsyad, A. (2015). Media Pembelajaran. Jakarta: Rajawali Press.
  • Karim, A. (2014). Pendidikan dan Media Pembelajaran. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.
  • Munadi. (2012). Pengembangan Media Pembelajaran. Jakarta: Rineka Cipta.