Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Apa tujuan kita menerapkan teori dalam karya ilmiah yang kita tulis?

Menurut L.R. Gay dalam bukunya "Educational Research: Competencies for Analysis and Applications" (2010), penerapan teori dalam karya ilmiah memiliki beberapa tujuan yang dapat dijelaskan, antara lain:

  1. Menjelaskan fenomena: Salah satu tujuan utama penerapan teori dalam karya ilmiah adalah untuk memberikan penjelasan tentang fenomena yang diteliti. Teori dapat memberikan kerangka konseptual yang memungkinkan peneliti untuk memahami dan mengartikulasikan hubungan antara variabel atau faktor yang relevan dalam suatu domain penelitian.
  2. Memprediksi dan mengantisipasi: Teori juga digunakan untuk membuat prediksi tentang perilaku, proses, atau hasil yang mungkin terjadi dalam konteks penelitian. Dengan menerapkan teori yang relevan, peneliti dapat mengembangkan hipotesis atau proposisi yang dapat diuji dan digunakan untuk meramalkan apa yang mungkin terjadi dalam situasi tertentu.
  3. Memperluas pemahaman: Penerapan teori dalam karya ilmiah membantu dalam memperluas pemahaman tentang bidang penelitian yang sedang diteliti. Dengan menggunakan teori yang ada, peneliti dapat menggali pengetahuan yang sudah ada dan memperkaya pemahaman tentang konsep, hubungan, atau fenomena yang terkait.
  4. Memberikan landasan untuk metodologi: Teori dapat memberikan landasan untuk merancang metodologi penelitian yang tepat. Teori dapat membantu peneliti dalam menentukan variabel apa yang harus diukur, bagaimana mengukurnya, serta memahami keterkaitan antara variabel-variabel tersebut. Dengan demikian, teori dapat mempengaruhi desain penelitian dan metode yang digunakan.
  5. Memperkuat kepercayaan ilmiah: Dengan menerapkan teori yang memiliki dasar empiris dan telah diuji secara luas, karya ilmiah dapat memperkuat kepercayaan ilmiah. Penerapan teori yang terkait dan relevan dapat memberikan dasar yang kuat untuk kesimpulan dan interpretasi penelitian.

Menurut Arikunto (2014), tujuan penerapan teori dalam karya ilmiah adalah untuk memberikan dasar yang kuat dalam merumuskan pertanyaan penelitian, merancang metode penelitian yang tepat, menganalisis dan menafsirkan data dengan benar, serta menyajikan kesimpulan yang valid. Penerapan teori juga dapat membantu menghubungkan penelitian dengan konteks teoretis yang lebih luas dan memperkaya pemahaman tentang fenomena yang diteliti.

Sementara itu, Creswell (2014) berpendapat bahwa tujuan menerapkan teori dalam karya ilmiah adalah untuk memberikan kerangka konseptual yang kokoh untuk memahami dan menjelaskan fenomena yang diteliti. Teori membantu dalam mengembangkan pertanyaan penelitian yang relevan, merancang desain penelitian yang sesuai, memilih metode yang tepat, dan menganalisis data dengan cara yang konsisten dengan kerangka teoretis yang ada.

Terakhir Sugiyono (2016) mengemukakan bahwa tujuan menerapkan teori dalam karya ilmiah adalah untuk memberikan dasar teoritis yang solid bagi penelitian. Teori dapat memberikan pemahaman yang lebih dalam tentang fenomena yang diteliti, membantu dalam merancang instrumen penelitian yang valid, dan memberikan kerangka acuan untuk menganalisis dan menginterpretasi data penelitian. Dengan menerapkan teori, karya ilmiah menjadi lebih terarah dan terstruktur.

Secara umum, penerapan teori dalam karya ilmiah bertujuan untuk memberikan dasar konseptual yang kuat, memperluas pemahaman, mendukung proses penelitian yang sistematis, dan memperkuat kepercayaan ilmiah dalam interpretasi dan kesimpulan penelitian.

Referensi:

Arikunto, S. 2014. Prosedur Penelitian : Suatu Pendekatan Praktek. Jakarta: Bumi Aksara.

Creswell, J. W. 2014. Research design: Qualitative, quantitative, and mixed methods approaches. Sage publications.

Gay, L.R. 2010. Educational Research: Competencies for Analysis and Applications. Prentice Hall.

Sugiyono. 2016. Metode penelitian kuantitatif, kualitatif, dan R&D. Alfabeta.